“Les Échos: Craft Across Culture”: Ragam Kolaborasi Lintas Budaya Warnai BRI JF3 Fashion Festival 2026
Sebagai festival yang konsisten menghadirkan keberagaman budaya dan kreativitas lintas negara, BRI JF3 Fashion Festival 2026 kembali mempertegas visinya melalui parade show internasional bertajuk “Les Échos: Craft Across Cultures” yang dipersembahkan oleh French Designers dan PINTU Residents.
30%70, Fashion Genderless dari Paris
Foto: Model memperagakan koleksi genderless "Ready to Wear" dari 30%70 pada BRI JF3 Fashion Festival 2026
Didirikan di Paris oleh desainer Prancis-Tiongkok Fengyuan Dai, 30%70 menghadirkan visi mode di mana keseimbangan menjadi bahasa kreativitas melalui koleksi genderless yang melampaui batas budaya, musim, dan generasi. Nama 30%70 menyampaikan gagasan bahwa keseimbangan tidak selalu harus simetris, justru dalam ketegangan halus antara Timur dan Barat, warisan budaya dan modernitas, elegansi dan kenyamanan, harmoni tercipta. Setiap koleksi menampilkan siluet timeless yang dipadukan material alami, tekstil daur ulang, dan eksplorasi teknik artisan. Sebelum mendirikan labelnya sendiri pada 2024, Fengyuan Dai mengasah keahliannya bersama sejumlah desainer ternama seperti Jean Paul Gaultier, Sandrine Philippe, dan Stéphane Ashpool, serta terpilih sebagai finalis Hyères International Festival of Fashion, Photography and Accessories dan berkarya di Le 19M.
Louiseguard, Kenangan Jakarta dari Louise Marcaud
Foto: Model mengenakan koleksi "Louiseguard" karya Louise Marcaud yang terinspirasi dari budaya Indonesia pada BRI JF3 Fashion Festival 2026
Desainer asal Prancis Louise Marcaud kembali ke Jakarta membawa Louiseguard, koleksi Spring/Summer 2027 yang lahir dari kenangan kunjungannya ke Indonesia pada 2025. Kain lurik tenun, batik, kartu pos vintage, hingga bahasa visual kemasan produk Indonesia menginspirasi palet warna dan detail grafis koleksi ini, dipadukan dengan referensi kolam renang umum dan sosok penjaga pantai dalam sebuah narasi musim panas fiktif. Beberapa tampilan menggunakan kain yang diperoleh Louise selama kunjungannya sebelumnya, menciptakan dialog antara tailoring khas Prancis dan craftsmanship Indonesia. Koleksi ini diproduksi dalam jumlah terbatas menggunakan material deadstock, mencerminkan komitmen Louise terhadap proses produksi yang lebih bertanggung jawab.
Fas Delman, Pertemuan Indonesia dan Senegal
Foto: Model memperagakan koleksi "FAS DELMAN" hasil kolaborasi TAREET x DENIMITUP pada BRI JF3 Fashion Festival 2026
TAREET berkolaborasi dengan DENIMITUP menghadirkan koleksi “Fas Delman”, yang menceritakan pertemuan budaya Indonesia dan Senegal melalui kesamaan yang ditemukan di antara keduanya. Nama koleksi diambil dari istilah "Fas" dalam bahasa Wolof Senegal dan "delman" dalam bahasa Indonesia, keduanya merujuk pada kuda sebagai simbol transportasi sehari-hari yang penting di kedua budaya. Elemen kunci koleksi ini terletak pada twist yang terinspirasi dari cara djellaba menciptakan volume saat tubuh bergerak, diterjemahkan ke dalam streetwear kontemporer yang lebih fungsional untuk kebutuhan sehari-hari.
AU LARGE, Dialog Maritim Prancis dan Indonesia
Foto: Model mengenakan koleksi "AU LARGE" karya Lisa Rayar x Gabriel Marcella yang memadukan workwear maritim Prancis dan tekstil Indonesia
Lisa Rayar, desainer Prancis yang mengeksplorasi budaya tekstil Asia, berkolaborasi dengan Gabriel Marcella, creative director Soedisoei asal Semarang, menghadirkan “AU LARGE”. Dikembangkan selama PINTU Residents, koleksi ini menampilkan 12 looks yang mempertemukan kode workwear maritim Prancis dengan craftsmanship tekstil Indonesia, terinspirasi dari tradisi Sedekah Laut di pesisir utara Jawa. Salah satu inovasi utamanya adalah motif batik orisinal yang memadukan corak tartan Indonesia dengan garis-garis maritim Prancis melalui teknik screen printing batik. Setiap kain batik dikerjakan secara handmade, dengan sisa kain diintegrasikan kembali ke detail busana untuk mengurangi limbah. Pasca-runway, sejumlah pieces akan tersedia secara made-to-order.
GARUDA, Persatuan dalam Keberagaman
Foto: Model memperagakan koleksi "GARUDA" karya Mickhael Nana x Beatrice Angelica yang mengangkat warisan tekstil Indonesia di BRI JF3 Fashion Festival 2026
Beatrice Angelica, pendiri NOEN, dan Mickael "Marlon" Nana, desainer Prancis pendiri MARLON NANA, menghadirkan koleksi “GARUDA” sebagai bagian dari Program Residensi, koleksi ini terinspirasi dari motto Garuda "Bhinneka Tunggal Ika", koleksi ini mengeksplorasi pertemuan warisan tekstil Indonesia dengan tailoring Barat, memadukan referensi arsip foto Indonesia akhir abad ke-19 dengan gaya personal Lenny Kravitz, Erykah Badu, dan Lauryn Hill. Sepuluh looks ready-to-wear ditampilkan, terbagi rata antara womenswear dan menswear, menampilkan tiga tekstil tenun eksklusif hasil kolaborasi dengan perajin perempuan Lombok menggunakan teknik songket dan tenun serta pewarna alami. Kolaborasi ini turut melibatkan Lului Studio dan Zab's Craft dari Jakarta untuk detail beadwork dan chainmail.