Peserta Terpilih Future Fashion Designer (FFD) 2026, Generasi Baru Telah Tiba

Ratusan portofolio masuk. Delapan nama yang tersisa. Itulah angka di balik proses kurasi Future Fashion Designer 2026, dan angka itu sendiri sudah bicara tentang standar yang JF3 terapkan dalam program yang lahir dari keyakinan sederhana: industri fashion Indonesia tidak hanya butuh apresiasi, tapi akselerasi. 

Dari Penghargaan ke Pembentukan

Bagi yang mengikuti ekosistem JF3, Future Fashion Award bukan nama asing. Program itu hadir untuk mengapresiasi brand yang sudah terbentuk, memberi dukungan finansial agar bisa masuk ke pasar retail yang lebih luas.

Future Fashion Designer adalah langkah yang berbeda. Jika FFA merayakan hasil, FFD berfokus pada prosesnya. Bukan menilai yang sudah jadi, melainkan membentuk yang sedang bertumbuh. Program ini terbuka gratis bagi lulusan sekolah fashion dari seluruh Indonesia, dan berangkat langsung dari tema JF3 2026: Recrafted: Shaping the Future.

Peserta terpilih akan melalui lima sesi kurasi yang intensif, dari desain hingga produksi dan eksekusi koleksi, dengan brief yang dirancang relevan terhadap kondisi industri saat ini. Sepanjang proses, mereka bekerja langsung di bawah pengawasan panel juri profesional: Thresia Mareta, Susan Budihardjo, Hian Tjen, Rinaldy A. Yunardi, Caren Delano, Didi Budiardjo, Yongki Komaladi, Ary Juwono, Sarie Febriane, dan Richard Hartono.

"Future Fashion Designer adalah transformasi dari FFAward, sebuah inisiatif JF3 untuk mendukung perkembangan desainer muda Indonesia. Melalui lima tahapan yang tidak mudah, para peserta diajak untuk membuktikan kemampuan mereka secara nyata. Bukan hanya dalam gagasan tetapi juga dalam teknik, kreativitas, ketahanan, dan kemampuan untuk menerjemahkan visi menjadi karya" ujar Ibu Thresia Mareta, Advisor of JF3

Foto: Yongki Komaladi bersama peserta sedang memilih proses kain

Delapan Nama, Satu Arah

Mereka datang dari Jakarta, Tangerang, Bandung, hingga Lampung. Latar belakangnya beragam, dari lulusan terbaik sekolah desain lokal hingga pemegang gelar internasional, dari pendiri label aktif hingga akademisi yang juga berpraktik. Yang menyatukan mereka bukan asal atau gelar, melainkan kesediaan untuk mengerjakan proses yang tidak selalu terlihat dari luar.

Peserta Terpilih FFD 2026

Arron Bryan Fernaldy Wongso 

Lulusan Susan Budihardjo 2025 yang menyapu lima penghargaan wisuda termasuk Best Student, Best Presentation, Best in Fabric Manipulation, and Best Pattern & Sewing Technique. Koleksi debutnya TEMPTATION mengangkat isu stigma ekspresi diri melalui siluet tegas dari smocked organdy, denim patchwork, dan tulle.

Agatha Lievia

Desainer yang memadukan presisi teknis dengan kepekaan budaya. Karyanya pernah dikenakan di Indonesia's Next Top Model Cycle 3 dan meraih Best Designer di Karya Kreatif Indonesia 2023. Runner Up kompetisi "Where Tradition Meets Couture" di Acaraki Jamu Festival 2025.

Azzahra Najmanisa 

Pendiri label Nisa Hamzah dengan lebih dari satu dekade pengalaman. Berfokus pada ready-to-wear berbasis wastra dan sulam tangan Indonesia. Rekam jejak karirnya mencakup Hong Kong Fashion Week, dan berbagai panggung internasional.

Christy Georgiana 

Lulusan LaSalle College Jakarta, juara 1 Palm Award Fashion Design Competition 2017, dan salah satu dari 100 Best Designers IFCA 2020. Koleksi wisudanya menerapkan teknik anyaman tradisional pada busana pria dengan pendekatan zero-waste.

Nabila Karimah

Pemegang gelar Master Fashion Design dari Accademia Riaci, Florence, Italia. Karyanya Identification of Dayak meraih juara 2 di kompetisi internasional Accademia Riaci 2020. Aktif sebagai dosen ESMOD Jakarta dengan rekam jejak industri yang mencakup freelance desain mode, pemasaran produk, serta analisis tren dan perilaku pelanggan.

Rafa Callista Chandra

Lulusan Northumbria University Newcastle dengan First Class Honours (2025). Finalist Kelana Wastra 2024 dan Top Finalist YKK Fashion Design Competition (2023). Rafa berpengalaman dalam fitting, persiapan runway dan styling kampanye di industri fashion.

Tashannie Abigail Loekman

Pendiri label tashé dengan pendekatan demi-couture yang menggabungkan draping, corsetry, fabric manipulation, dan 3D printing. Karyanya telah dikenakan Sheryl Sheinafia dan Yura Yunita. Pemegang LVMH Completion Course Certification 2024.

Tazkia Welong 

Tazkia Welong adalah Concept Designer dan Fashion Illustrator asal Bandung dengan gelar dari RMIT University (2016), ESMOD Jakarta (2019), dan Institut Teknologi Bandung (2023). Praktiknya memadukan ilustrasi mode, konstruksi busana, dan pendekatan budaya berkelanjutan, dengan pengalaman di Biyan Workshop dan ESMOD Jakarta.


Program Future Fashion Designer 2026 didukung oleh Indohose Official sebagai official supporter.

Awal yang Disengaja

Foto: Panggung Fashion Show JF3

Kedelapan peserta kini resmi memulai perjalanan bersama JF3. Pemenang FFD 2026 akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 50.000.000, sementara seluruh peserta terpilih mendapat apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mereka sepanjang program.

Lebih dari penghargaan finansial, seluruh peserta akan terlibat langsung dalam penyelenggaraan JF3 Fashion Festival, akses ke ekosistem yang mempertemukan mereka dengan industri, media, dan publik fashion Indonesia secara langsung.

Kredibilitas fashion Indonesia di mata dunia tidak terbentuk begitu saja. Ia dibangun tahap demi tahap, oleh desainer yang mau mengerjakan hal-hal mendasar yang tidak selalu terlihat glamor. Kedelapan peserta FFD 2026 mewakili kerja itu, delapan visi kreatif yang berakar pada identitas lokal dan bersiap memasuki percakapan yang lebih luas.

Generasi baru telah tiba. Perjalanan baru saja dimulai.

Kenali lebih dekat peserta FFD 2026. Lihat profil lengkap mereka di website JF3 dan dukung perjalanan mereka menuju panggung fashion Indonesia: 

https://jf3.co.id/future-fashion-award