JF3: Beyond the Runway, Building Indonesia’s Global Fashion Ecosystem

Selama lima tahun terakhir, JF3 Fashion Festival menjelma dari panggung nasional menjadi kekuatan diplomasi budaya dan fashion global Indonesia. Sejak diluncurkan oleh Summarecon pada 2004, JF3 terus memperluas pengaruhnya: dari festival mode terbesar di Tanah Air menjadi ekosistem fashion berkelanjutan yang mendorong desainer, UMKM, dan brand lokal menembus pasar internasional.

Di bawah visi Summarecon, JF3 hadir bukan hanya untuk menampilkan peragaan busana, tetapi juga membangun sistem yang menghidupi seluruh rantai nilai industri mode — dari produksi, promosi, hingga pasar global. Melalui program seperti PINTU Incubator, Fashion Future Award, dan kolaborasi internasional lintas negara, JF3 menciptakan ruang bagi generasi baru pelaku mode Indonesia untuk berkembang, bereksperimen, dan berkompetisi secara global.

“Di JF3, kami berfokus membangun sesuatu yang berjangka panjang, dengan tujuan yang jelas dan hasil yang konsisten setiap tahun. Karena hanya dengan cara itu perjalanan ini memiliki makna, dan dampaknya menjadi nyata,” ujar Thresia Mareta, Advisor JF3 sekaligus pendiri LAKON Indonesia.

Setiap langkah JF3 adalah bagian dari narasi besar, menjadikan Indonesia bukan sekadar pasar fashion, melainkan kekuatan kreatif dunia.

Menembus Pasar Eropa: Paris, The Gateway to the World


Sejak Maret 2023, JF3 melalui program PINTU Incubator secara konsisten membuka jalan bagi brand dan desainer Indonesia untuk menembus pasar Eropa. Bersama Institut Français d’Indonésie (IFI) dan Pemerintah Prancis, JF3 berkolaborasi dengan LAKON Indonesia dalam membangun sistem inkubasi yang komprehensif, mulai dari proses kurasi, mentoring, hingga seleksi ketat bagi desainer muda dengan visi global, nilai keberlanjutan tinggi, dan potensi komersial internasional untuk berpartisipasi di Paris Trade Show.

Setiap tahun, PINTU Incubator secara konsisten mengirimkan brand-brand terkurasi asal Indonesia untuk memperkenalkan Indonesian craftsmanship dalam kemasan yang modern, relevan, dan berdaya saing global. Dalam empat kali partisipasinya di Première Classe Paris Trade Show, program ini berhasil menarik perhatian buyer internasional dari berbagai belahan dunia.

Dari kawasan Eropa, ketertarikan datang dari Prancis, Belanda, Italia, Jerman, Swiss, Yunani, Austria (Wina), Montenegro, dan Inggris. Sementara dari Asia dan Timur Tengah, minat tinggi muncul dari Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, India, Uni Emirat Arab (Dubai), dan Mesir. Tak ketinggalan, wilayah Amerika dan Afrika juga menunjukkan antusiasme, melalui buyer dari Amerika Serikat, Brasil, dan Senegal.

Pencapaian ini menegaskan bahwa fashion Indonesia kini berada di radar global, tidak lagi sekadar partisipan, tetapi pemain aktif dalam dialog internasional tentang sustainability, craftsmanship, dan innovation.

Kolaborasi strategis antara JF3, LAKON Indonesia, IFI, dan Pemerintah Prancis menjadi bukti bahwa diplomasi budaya Indonesia telah berevolusi, menghadirkan wajah baru yang inovatif, berkarakter, dan berdaya saing global.

Baca lebih lanjut tentang perjalanan JF3 mengikuti Paris Trade Show

Menguatkan Akar di Asia Timur: Dari Osaka ke Busan dan Seoul


Jika Paris membuka jalan menuju Eropa, maka tahun 2025 menandai langkah besar JF3 ke Asia Timur. Pada Agustus 2025, JF3 menjadi bagian dari Osaka World Expo 2025, membawa tiga fashion creator hasil kurasi PINTU Incubator, Senses, Apakabar, dan Fuguku, untuk tampil di Paviliun Indonesia. Bersamaan dengan itu, LAKON Indonesia menjadi salah satu brand Indonesia pertama yang tampil di Jellyfish Pavilion, salah satu paviliun ikonik Expo 2025.

Karya LAKON bahkan mendapat sorotan dari ABC TV Japan (Asahi Broadcasting Corporation) yang menayangkannya ke jutaan pemirsa di seluruh Jepang. Momentum ini menjadi tonggak baru diplomasi budaya Indonesia, menunjukkan bagaimana mode dapat menjadi bahasa universal untuk mempertemukan tradisi dan inovasi.


Usai Jepang, langkah JF3 berlanjut ke Korea Selatan. Pada 30 Oktober 2025, JF3 menghadirkan tiga fashion creator Indonesia, LAKON Indonesia, Hartono Gan, dan Ernesto Abram, di panggung Busan Fashion Week 2025 di BEXCO, diikuti dengan Mini Trunk Show Lehans Seoul dan HiSeoul Showroom di Dongdaemun Design Plaza (DDP).

Kehadiran JF3 di Korea bukan hanya peragaan busana, melainkan juga business networking hub yang mempertemukan desainer Indonesia dengan buyer, media, dan pelaku industri kreatif Asia Timur. Melalui kerja sama jangka panjang dengan Pemerintah Kota Busan dan Busan Textile & Fashion Industries Association (BTFA), JF3 memperkuat diplomasi budaya antara Jakarta dan Busan, membangun platform kolaboratif yang rencananya akan dikembangkangkan untuk pasar Jakarta, Paris, Tokyo, dan Bangkok.

Melalui kolaborasi global yang strategis ini, JF3 memperlihatkan perannya bukan hanya sebagai festival mode tahunan, melainkan sebagai ekosistem fashion dinamis yang terus mendorong brand Indonesia menembus batas pasar global dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat mode kreatif di Asia.

JF3 is not just witnessing this change. JF3 is shaping it.

Baca Juga:  JF3 Bawa Fashion Indonesia Tembus Seoul Premium Showroom!