Re-See JF3 Fashion Festival 2026: Melihat Lebih Dekat Cerita di Balik Runway

Ketika lampu runway padam, cerita sebuah koleksi sebenarnya belum selesai. Ada detail material, craftsmanship, teknik, dan proses kreatif yang sulit ditangkap ketika sebuah busana hanya melintas selama beberapa detik.

Di JF3 Fashion Festival 2026, ruang untuk memahami cerita tersebut dibuka melalui Re-See, format media preview yang untuk pertama kalinya diperkenalkan di JF3. Melalui sesi ini, jurnalis dapat melihat koleksi dari dekat, menyentuh material, mengamati detail yang mungkin terlewat di runway, sekaligus berbicara langsung dengan desainer mengenai proses di balik karya mereka.

Lebih dari sekadar format peliputan baru, Re-See berangkat dari gagasan sederhana: fashion tidak hanya perlu dilihat, tetapi juga dipahami.

Ketika Percakapan Dimulai Setelah Runway 

Di runway, perhatian tertuju pada keseluruhan presentasi. Dalam Re-See, fokus berpindah pada detail.

Dengan koleksi berada langsung di hadapan mereka, jurnalis dapat mengamati konstruksi busana, pola, tekstur, hingga pilihan material sambil menggali inspirasi dan proses kreatif bersama desainernya. Percakapan berlangsung di samping karya itu sendiri, membuat konteks yang sebelumnya sulit terlihat menjadi lebih mudah dipahami.

Foto: Jurnalis melihat langsung detail dan material koleksi desainer dalam Re-See JF3 Fashion Festival 2026

Mikey dari Popbela.com merasakan perbedaan tersebut secara langsung.

“Dengan adanya Re-See ini, aku bisa megang langsung, bisa lihat detail-detailnya yang ternyata tersembunyi, sama bisa ngobrol langsung sama desainernya.”

Dayne Aduna dari VMAN Southeast Asia juga melihat kesempatan ini sebagai cara untuk mengenal cerita di balik koleksi.

“I talked to a lot of the designers there and I learned all about the backstories, the stories about their clothes,”

Akses langsung tersebut memberi media kesempatan untuk bergerak melampaui apa yang terlihat di runway, menuju alasan mengapa sebuah material dipilih, bagaimana sebuah teknik dikerjakan, dan cerita apa yang ingin disampaikan melalui koleksi. 

Melihat Lebih Dekat Pertemuan Indonesia dan Prancis 

Re-See menjadi semakin relevan ketika JF3 2026 menghadirkan sejumlah karya yang lahir dari pertemuan budaya dan perspektif berbeda.

Melalui PINTU Residency, Mickaël Nana dan Beatrice Angelica serta Lisa Rayar dan Gabriel Marcella mengembangkan koleksi melalui proses bersama yang mempertemukan perspektif desain Indonesia dan Prancis. Desainer Prancis lainnya seperti Louise Marcaud, Rohan Mirza, dan Fengyuan Dai (30%70) juga membawa eksplorasi masing-masing ke JF3. Sementara TAREET bekerja bersama DENIMITUP, peserta PINTU Accelerator.

Foto: Fengyuan Dai dari brand 30%70 menjelaskan detail koleksinya kepada jurnalis dalam Re-See JF3 2026

Nuansa dari pertukaran tersebut tidak selalu mudah terbaca dalam sebuah fashion show. Bagaimana wastra Indonesia diterjemahkan melalui perspektif berbeda, bagaimana material diperlakukan, atau mengapa teknik tertentu dipilih sering kali baru terlihat ketika sebuah koleksi diamati dari jarak dekat. 

Dane Anwar dari Harian Kompas menangkap hal tersebut ketika melihat langsung koleksi yang ditampilkan.

“Koleksi mereka itu unik. Ini pertemuan dari dua dunia, dua budaya, Prancis dan Indonesia, tapi juga mengolah wastra Indonesia.”

Sean dari MEGA merasakan hal yang sama. Melalui Re-See, pertukaran budaya terlihat lebih jelas, dari pemilihan material hingga teknik yang jarang digunakan.

"I was very impressed with how things panned out, especially with the way they were able to form and craft materials that it's not necessarily something you see every day,"

Daniel Ngantung dari Wolipop menegaskan pentingnya Re-See bagi jurnalis

“Re-See kali ini adalah kesempatan yang spesial. Menurut saya, Re-See ini memang penting untuk kami—bagi para jurnalis mengetahui lebih lanjut soal koleksi yang ditampilkan."

Melalui Re-See, pertukaran budaya yang sebelumnya terlihat sebagai hasil akhir di runway dapat dibaca hingga ke detailnya: kain, konstruksi, craftsmanship, hingga gagasan yang membentuk sebuah koleksi. 

Format Baru Untuk Peliputan Fashion di JF3

Foto: Re-See JF3 Fashion Festival 2026 mempertemukan jurnalis dengan desainer dan koleksi secara langsung

Bagi JF3, Re-See juga menjadi eksperimen dalam memperluas cara sebuah fashion festival berkomunikasi dengan media. Jika runway memberikan gambaran besar sebuah koleksi, Re-See membuka lapisan berikutnya dengan mempertemukan jurnalis langsung dengan karya dan orang yang menciptakannya.

Format ini memungkinkan peliputan bergerak dari sekadar apa yang tampil menuju mengapa karya tersebut diciptakan. Detail teknik, filosofi material, latar budaya, hingga perjalanan kreatif seorang desainer mendapat ruang yang lebih besar untuk digali.

Hal tersebut penting karena nilai sebuah koleksi tidak selalu dapat dibaca hanya dari tampilannya. Di balik setiap busana terdapat pengetahuan, keterampilan, keputusan kreatif, dan manusia yang membentuknya.

Melalui Re-See JF3 Fashion Festival 2026, JF3 membuka ruang agar cerita-cerita tersebut tidak berhenti ketika model meninggalkan runway. Sebaliknya, ketika show berakhir, percakapan justru dimulai.


Pelajari kisah setiap koleksi yang tampil pada Re-See di https://jf3.co.id/articles/les-echos-craft-across-culture-ragam-kolaborasi-lintas-budaya-warnai-bri-jf3-fashion-festival-2026