Langkah Nyata JF3 Dukung Brand Indonesia Bersinar di Paris melalui PINTU Incubator 2025
Langkah Nyata JF3 Dukung Brand Indonesia Bersinar di Paris melalui PINTU Incubator 2025
Tiga label mode muda Indonesia menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Melalui PINTU Incubator, salah satu program unggulan JF3 Fashion Festival, tiga brand — Lil Public, Denim It Up, dan Fuguku — berhasil memikat buyer dari Jepang, Belanda, Yunani, India, hingga Italia di Première Classe Paris Trade Show 2025, yang digelar di Jardin des Tuileries, 3–6 Oktober 2025.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem fashion Indonesia yang dibangun JF3 mampu mencetak hasil konkret di pasar global — tidak hanya tampil di panggung, tapi juga menutup transaksi bisnis yang berkelanjutan.
PINTU: Gerbang Mode Indonesia ke Dunia
Diluncurkan pada tahun 2022 oleh JF3 Fashion Festival, LAKON Indonesia, dan Kedutaan Besar Prancis melalui Institut Français d’Indonésie (IFI), program PINTU Incubator telah menjadi fashion incubator Indonesia yang berperan besar menyiapkan desainer muda agar mampu bersaing di tingkat global.
Melalui proses kurasi, mentoring lintas negara, dan market exposure, PINTU mendorong para kreator lokal agar siap dengan standar internasional. Dalam enam bulan proses inkubasi, para peserta mendapat bimbingan menyeluruh — mulai dari desain, produksi, manajemen bisnis, hingga strategi ekspor.
Lil Public: “Monster” dari Jakarta yang Dilirik Dunia
Didirikan oleh Muhammad Hafiz pada 2019, Lil Public menghadirkan semangat muda yang liar dan bebas di Paris lewat koleksi “Hisashi Series”. Menampilkan 12 tampilan unisex dari jaket, hoodie, hingga aksesori dengan material cotton fleece, denim, dan vegan leather, koleksi ini menggambarkan karakter monster khas Lil Public sebagai simbol kebebasan berekspresi.
Sentuhan digital printing dan teknik towel embroidery memperkuat karakter visualnya, menjadikan koleksi ini menarik perhatian buyer dari Jepang dan Belanda.
“Program PINTU membantu kami memperkuat DNA brand, menata sistem bisnis dan keuangan, serta menumbuhkan kesadaran akan dampak sosial dari karya kami. Dengan bimbingan para mentor Indonesia dan Prancis, kami mendapat banyak wawasan baru dan kepercayaan diri untuk masuk ke pasar global tanpa kehilangan akar pada keberlanjutan dan tradisi.” — Hafiz, Lil Public, Incubees PINTU Incubator 2025.
Denim It Up: Saat Batik Bertemu Denim
Brand Denim It Up, karya Vincent Mikhael, tampil mencuri perhatian lewat koleksi “The Revelation” - perpaduan batik Indonesia dan denim modern. Koleksi 12 look ini menggabungkan streetwear dengan warisan budaya, menampilkan jaket, jeans, dan tas dengan sentuhan hardware.
Ciri khas TRILOGO — huruf “H”, jahitan zigzag, dan simbol “!” — menjadikan identitas Denim It Up semakin kuat. Koleksi ini sukses menarik minat buyer dari Yunani dan India, membuka jalur ekspor baru bagi denim Indonesia.
“Kami sangat berterima kasih bisa menjadi bagian dari PINTU selama dua tahun berturut-turut. Dukungan dari PINTU, JF3, Summarecon, LAKON Indonesia, dan para mentor dari Prancis benar-benar membawa perubahan besar bagi kami. Pengalaman tampil di JF3 dan kemudian di Paris adalah perjalanan yang luar biasa, sebuah mimpi yang akhirnya terwujud.” — Vincent Mikhael, Denim It Up, Incubees PINTU 2024–2025.
Fuguku: Ketika Teknologi Bertemu Craftsmanship
Eco-tech atelier Fuguku, yang didirikan oleh Savirra Lavinia pada 2023, menjadi simbol konsistensi dan keberlanjutan PINTU. Brand ini dikenal dengan inovasi tekstil 3D berduri berbahan polyester daur ulang — reinterpretasi modern dari teknik jumputan tradisional hasil kolaborasi dengan 70 perajin perempuan Jabodetabek.
Setelah debut sukses di Osaka World Expo 2025, Fuguku kembali ke Paris dengan koleksi modular adaptif dan Shell Bag yang memukau. Kolaborasi dengan 2 Mai (Paris) dan Anybag (New York) memperkuat posisinya di ekosistem mode global, mencatat 5 transaksi buyer dari Naple, Leuca, Amsterdam, Paris, dan Rome.
“Program PINTU sangat membantu perkembangan brand kami. Sejak bergabung, saya belajar memahami seperti apa standar produk baru di pasar global, mendapatkan banyak masukan dari mentor, dan yang terpenting, membawa Fuguku semakin dekat dengan pasar internasional.”
- Savirra Lavinia, Fuguku, Incubees PINTU 2023.
Bukti Nyata Ekosistem Mode Berkelanjutan
Keberhasilan tiga brand binaan PINTU di Paris menjadi validasi bahwa JF3 Sustainable Fashion Program bukan hanya jargon, melainkan strategi yang membuahkan hasil nyata. Dengan dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, PINTU terus memperkuat posisi Indonesia dalam peta mode dunia, menghubungkan desainer lokal dengan ekosistem bisnis internasional.
Indonesia kini bukan hanya ikut pameran, tapi ikut menentukan arah percakapan global tentang masa depan fashion. Melalui JF3 dan PINTU Incubator, semangat Recrafted: A New Vision terus hidup — menjadikan karya anak bangsa sebagai bagian dari lanskap mode dunia.
Baca juga: PINTU Residency x LAKON Indonesia: Saat Desainer Prancis Mengolah Keindahan Wastra Indonesia