Hartono Gan Bawa Nostalgia 90-an ke Panggung BRI JF3 Fashion Festival Jakarta
Di tengah gemuruh tren yang datang dan pergi setiap musim, ada satu suara yang memilih jalan berbeda di runway tahun ini. Hartono Gan, desainer yang dikenal lewat pendekatan personal dalam setiap koleksinya, kembali membawa karya terbaru untuk musim 2027 ke BRI JF3 Fashion Festival. Kali ini bukan sekadar pakaian baru, melainkan sebuah ajakan untuk berpikir ulang tentang cara kita berbelanja busana.
Dalam pernyataan resminya menjelang tampil, Hartono Gan menulis dengan jujur soal apa yang melatarbelakangi koleksi bertajuk Heartbeat ini. Ia menyebutnya sebagai "sebuah dialog antara realita kehidupan dengan romansa ingatan perkenalan saya dengan dunia fesyen di era tahun 90-an." Kalimat ini bukan sekadar pemanis kata. Ada kerinduan pada masa ketika pakaian dibuat untuk bertahan lama, bukan untuk difoto sekali lalu dilupakan.
Filosofi di Balik Setiap Jahitan
Foto: Model Mengenakan Koleksi Hartono Gan "Heartbeat" di BRI JF3 Fashion Festival 2026
Ada satu kalimat dari Hartono Gan yang menjadi jantung dari keseluruhan koleksi ini, sekaligus merangkum arah karier desainnya belakangan: "Konsumen berbelanja untuk sesuatu yang berkualitas dan tidak lekang oleh masa." Pandangan ini terasa seperti kritik halus terhadap budaya fast fashion yang selama ini mendominasi. Namun Hartono Gan menyampaikannya bukan dengan nada menggurui, melainkan lewat karya nyata yang bisa dilihat dan dipakai.
Heartbeat menghadirkan siluet klasik yang bersih, terkonstruksi rapi, dengan sentuhan minimalis khas era 90-an namun tetap fungsional untuk kebutuhan masa kini. Setiap potongan dirancang untuk bekerja lebih keras dari sekadar satu fungsi. Kemeja dalam koleksi ini, misalnya, bisa dikenakan sebagai dalaman sekaligus luaran, memberi fleksibilitas nyata bagi siapa pun yang memakainya.
Jaket berbahan silk hadir dengan karakter yang sangat versatile, cocok dipakai untuk berbagai jenis acara tanpa perlu berganti gaya total. Eksplorasi pada potongan celana juga menjadi salah satu poin menarik, dirancang untuk berfungsi ganda antara suasana formal dan kasual, menjawab kebutuhan gaya hidup modern yang menuntut satu pakaian bisa menyesuaikan banyak situasi.
Gaun-gaun dalam koleksi ini pun tampil dengan potongan bersih yang sengaja tidak berebut atensi dengan sang pemakainya. Filosofi ini menegaskan kembali identitas desain Hartono Gan yang selalu menempatkan manusia sebagai pusat, bukan pakaian sebagai objek utama yang harus mencuri perhatian. Sebagai penutup koleksi, setelan jas bergaya gender neutral turut dihadirkan, memperkuat pesan inklusivitas dalam cara berpakaian masa kini
Ajakan yang Lebih Besar dari Sekadar Tren
Foto: Model Mengenakan Koleksi Hartono Gan "Heartbeat" di BRI JF3 Fashion Festival 2026
Yang membuat koleksi ini terasa berbeda bukan hanya dari segi desain, tetapi juga dari pesan yang ingin disampaikan Hartono Gan kepada publik. "Dengan koleksi ini saya ingin mengajak orang untuk berpikir kembali tentang pola konsumsi busana," Ujar Hartono Gan
Ia menutup pernyataannya dengan kalimat yang kini menjadi semacam prinsip hidup dalam berbusana: "It's time to buy less but buy better clothes." Kalimat ini singkat, tapi menyimpan pesan besar tentang bagaimana seharusnya kita memandang pakaian, bukan sebagai barang sekali pakai, melainkan sebagai investasi jangka panjang yang mencerminkan nilai dan karakter penggunanya.