Bukan Sekadar Impor Nama Asing: Bagaimana JF3 2026 Menjadi Ruang Pertukaran Dua Arah

Tahun lalu, desainer Prancis Louise Marcaud datang ke Jakarta untuk tampil di runway JF3 dan mengikuti PINTU Cultural Visit. Tahun ini ia kembali, bukan dengan koleksi yang sama, melainkan dengan karya baru yang terinspirasi tenun lurik, hasil pendalaman kreatif setelah menyelami wastra Indonesia. Detail kecil itu menjelaskan sesuatu yang sering luput dari cara kita membaca kehadiran desainer asing di panggung lokal: di JF3 Fashion Festival 2026, pengaruh tidak hanya mengalir masuk, tetapi juga keluar.

Narasi "mendatangkan nama internasional" mudah terdengar seperti upaya meminjam prestise. Yang membuat lineup asing JF3 2026 lebih menarik justru sebaliknya, ia menempatkan Indonesia sebagai simpul dalam percakapan, bukan sekadar tuan rumah yang menonton. Kasus Marcaud adalah buktinya: lurik, kain yang selama ini identik dengan kesederhanaan Jawa, menjadi titik berangkat seorang desainer Eropa untuk karya barunya.

Kaliber yang Memvalidasi Panggung

Foto: French Designers Featuring PINTU Residents

Bahwa pertukaran ini terjadi di hadapan talenta berkelas dunia membuat pertaruhannya semakin serius. Dari Prancis, hadir 30%70, brand milik Fengyuan DAI yang pernah berkolaborasi dengan Jean-Paul Gaultier, Le 19M, Sandrine Philippe, dan Stéphane Ashpool, serta terpilih sebagai finalis Festival Internasional Mode, Fotografi, dan Aksesori di Hyères pada 2023, salah satu ajang paling bergengsi bagi desainer muda global.

Ada pula TAREET, label milik Etienne yang karyanya pernah dikenakan Playboi Carti dan ENHYPEN, serta dipercaya merancang jersey Olympique de Marseille bersama PUMA. Di JF3, TAREET tidak sekadar memamerkan reputasinya; ia berkolaborasi dengan DENIMITUP, brand Indonesia peserta program akselerator PINTU, mengubah panggung menjadi ruang kerja kreatif yang nyata. 

Melengkapi spektrum ini, ROHAN MIRZA STUDIO membawa eksplorasi teknologi dan material eksperimental seperti cetak 3D dan silikon. Karyanya telah dikenakan sejumlah nama besar dunia, dari Grimes dan Quavo hingga Beyoncé, sementara claws rancangannya pernah dikenakan Bella Hadid lewat kolaborasi dengan Jean-Paul Gaultier. Pendekatan semacam ini memperkaya percakapan JF3 mengenai masa depan fashion, khususnya dalam hubungan antara craft, teknologi, dan ekspresi desain kontemporer. 

Kolaborasi yang Melampaui Satu Musim

Foto: PINTU Incubator, École Duperré Paris & Future Fashion Designer

Kekuatan pendekatan JF3 terletak pada kesinambungannya. Keterlibatan École Duperré Paris, salah satu sekolah desain paling prestigious di Prancis, dihadirkan lewat presentasi kolaboratif bersama para incubees PINTU dan finalis Future Fashion Designer 2026, mempertemukan lulusan pendidikan mode Eropa dengan talenta muda Indonesia dalam satu proses.

Foto: Asean Fashion Designer Showcase

Jangkauan itu meluas ke kawasan Asia Tenggara. Melalui ASEAN Fashion Designers Showcase (AFDS), JF3 2026 menghadirkan Erjohn dela Serna House of Designs dari Filipina, KINNALY dari Laos, dan Indra Murak dari Singapura yang dikenal telah berkolaborasi dengan beberapa brand perhiasan ternama dunia seperti Tiffany & Co dan Chaumet. 

Foto: Designer K-Fashion

Sebagai bagian dari pengembangan pertukaran desainer antara JF3 dan Busan Fashion Week, JF3 2026 turut menghadirkan desainer Korea Selatan, yaitu Studio di Perla, OHGYO, dan CONSTELLER D.L, yang masing-masing membawa karya yang telah menembus panggung fashion global. Dan pertukaran ini bekerja dua arah: pada Oktober 2026 nanti, giliran JF3 yang akan mengirim desainer Indonesia untuk tampil di Busan Fashion Week, menutup lingkaran yang menjadi inti dari cara JF3 membangun jejaringnya. 

Kehadiran mereka bukan sekadar menambah bendera di daftar peserta. Ia menegaskan posisi yang selama ini dibangun JF3: sebuah platform tempat desainer Indonesia dan internasional saling bertukar perspektif, membangun jejaring, dan, seperti diperlihatkan Louise Marcaud, pulang dengan sesuatu yang benar-benar baru.

Ingin melihat bagaimana kain tradisional tanah air dipadukan dengan style para desainer Prancis? atau menyaksikan fashion dikombinasikan dengan live art? kunjungi kanal YouTube JF3 Official (https://www.youtube.com/@JF3Official)  untuk menyaksikan show para designer.