“SYNCHRONATURE”: Harmoni Alam, Budaya, dan Emosi dalam Parade Show Desainer IFC di JF3 Fashion Festival 2025

Rangkaian JF3 Fashion Festival 2025 terus menghadirkan kejutan kreatif dari para desainer Indonesia, dan kali ini giliran Indonesia Fashion Chamber (IFC) yang mengambil alih panggung lewat parade show bertajuk “SYNCHRONATURE”. Digelar pada Minggu, 27 Juli 2025, parade ini menjadi ruang ekspresi yang menyatukan filosofi alam, kekayaan budaya, serta narasi personal dari para perancang mode Indonesia.


Salah satu koleksi yang mencuri perhatian adalah karya dari BOOLAO x DOTS Indonesia bertajuk “DEBUR”. Terinspirasi dari elemen alam di tepi pantai, koleksi ini merepresentasikan momen ketika ombak menyentuh daratan. Manipulasi tekstil yang menyerupai buih laut, palet warna pasir dan laut, serta bahan alami seperti katun menjadi kekuatan utama koleksi ini. Tak hanya menghadirkan estetika visual yang menenangkan, “DEBUR” juga menjadi ruang eksplorasi antara teknik pewarnaan tradisional dan pendekatan kontemporer, menciptakan dialog unik antara warisan budaya dan inovasi desain.


Masih dalam semangat eksplorasi alam dan filosofi, Yuliana Wu memperkenalkan koleksi “Phalé, prelude to F/W’26”. Koleksi ini merupakan hasil kontemplasi dari kelembutan anggrek bulan dan struktur elegan hanbok Korea. Menggunakan material seperti linen, katun, dan semiwool, koleksi ini menampilkan 20 look yang memadukan keanggunan organik dan arsitektur pakaian tradisional dalam kemasan yang modern dan wearable.


Tak kalah emosional, kolaborasi antara The Theme (Novi Susanti) dan Irmasari Joedawinata menampilkan koleksi bertajuk “Senandika Bakuni”. Koleksi ini merupakan wujud ekspresi hati yang diilustrasikan melalui simbol bunga lily—lambang kemurnian dan spiritualitas. Bentuk siluet A, X, dan O, dipadukan dengan aplikasi bunga lily yang mengalir, menciptakan kesan abstrak namun tetap estetik. Dominasi warna hitam, putih, dan coklat semakin mempertegas narasi personal dan kontemplatif yang dibawa dalam setiap busana.

Parade show “SYNCHRONATURE” tidak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga selebrasi terhadap keberagaman perspektif kreatif, teknik tekstil, dan narasi budaya dari para desainer IFC. Di panggung JF3 Fashion Festival 2025, karya-karya ini menjadi jembatan antara tradisi dan masa depan, membuktikan bahwa mode Indonesia mampu tampil mendalam, emosional, sekaligus inovatif di mata dunia.