Roots in Transit, Kolaborasi Streetwear dan Budaya Indonesia dari SOFIE di BRI JF3 Fashion Festival 2026

Ada sebuah pertanyaan yang sering muncul di benak generasi urban masa kini. Bagaimana caranya terus melangkah ke depan tanpa harus melepaskan apa yang membentuk diri sejak awal? Pertanyaan itulah yang menjadi titik berangkat koleksi terbaru SOFIE yang tampil di BRI JF3 Fashion Festival tahun ini, dengan tema Roots in Transit.

Tema Roots in Transit menggambarkan kondisi nyata yang dijalani generasi urban hari ini, hidup di antara dua dunia. Di satu sisi ada dorongan untuk terus membawa tradisi. Di sisi lain ada keinginan yang sama kuatnya untuk terus bergerak menuju masa depan. Dua arah ini tidak saling meniadakan. Justru keduanya berjalan berdampingan, membentuk identitas yang unik bagi mereka yang tumbuh di tengah perubahan zaman.

Akar yang Ikut Melangkah

SOFIE menyampaikan gagasan ini lewat sebuah kalimat yang menjadi jiwa dari keseluruhan koleksi. "Akar budaya yang terus melangkah." Kalimat singkat ini menyimpan makna yang dalam. Budaya sering dipahami sebagai sesuatu yang statis, sesuatu yang berhenti di masa lalu dan hanya sesekali dikenang. Namun SOFIE menawarkan cara pandang yang berbeda. Bagi SOFIE, budaya bukan beban yang harus ditinggalkan agar bisa maju. Budaya adalah akar yang ikut berjalan bersama pemiliknya, ke mana pun langkah itu membawa.

Foto: Yanu (Face Icon 2026) membawakan koleksi Sofie “Roots in Transit” pada BRI JF3 Fashion Festival 2026

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa budaya, dalam pandangan SOFIE, bukan sesuatu yang tertinggal di masa lalu. Budaya adalah identitas yang hidup, yang terus bergerak, dan terus tumbuh bersama generasi urban masa kini. Identitas ini tidak kaku dan tidak terjebak nostalgia, tetapi ikut beradaptasi seiring perjalanan hidup penggunanya.

Streetwear Sebagai Bahasa Baru untuk Identitas Lama

Foto: Model Mengenakan Koleksi Sofie “Roots in Transit” di BRI JF3 Fashion Festival 2026

Cara SOFIE menerjemahkan gagasan besar ini ke dalam produk nyata patut mendapat perhatian tersendiri. Alih-alih menampilkan budaya secara harfiah atau terlalu literal, SOFIE memilih memadukan streetwear dengan identitas budaya Indonesia lewat bahasa visual yang kontemporer, selaras dengan visi brand-nya secara keseluruhan. Pendekatan ini membuat warisan budaya terasa relevan bagi generasi yang tumbuh besar dengan streetwear sebagai bahasa sehari-hari mereka.