Desainer yang menempuh pendidikan dan lulus dari sekolah mode Hollywood Modiste pada tahun 1988 ini menjalani beragam profesi mulai dari penjahit, aktor film, dan model sebelum akhirnya fokus sebagai perancang busana. Pengalamannya di dunia fashion semakin terasah ketika menjadi asisten desainer di Rudy Hadisuwarno Bridal pada periode tahun 1990-1997. Ia akhirnya memutuskan untuk membuat label sendiri ‘Marga Alam, Fashion, Bridal & Art Kebaya” pada tahun 1997.
Awal mula Marga Alam memilih rancangan kebaya sebagai salah satu fokusnya adalah karena dirinya merasa prihatin melihat masyarakat kita yang enggan mengenakan kebaya karena terkesan kuno, dan berusaha mengubah pandangan tersebut melalui rancangannya. Karakter desain Marga Alam bisa terlihat dari penggunaan teknik, cutting, hingga pembuatan ornamen yang ia ciptakan. Tetap simple namun menghadirkan karakter yang kuat. Tema ‘ Eternity” diangkat Marga Alam dalam JF3 2018, terinspirasi dari unsur klasik yang memancarkan keabadian.
Desainer yang menempuh pendidikan dan lulus dari sekolah mode Hollywood Modiste pada tahun 1988 ini menjalani beragam profesi mulai dari penjahit, aktor film, dan model sebelum akhirnya fokus sebagai perancang busana. Pengalamannya di dunia fashion semakin terasah ketika menjadi asisten desainer di Rudy Hadisuwarno Bridal pada periode tahun 1990-1997. Ia akhirnya memutuskan untuk membuat label sendiri ‘Marga Alam, Fashion, Bridal & Art Kebaya” pada tahun 1997.
Awal mula Marga Alam memilih rancangan kebaya sebagai salah satu fokusnya adalah karena dirinya merasa prihatin melihat masyarakat kita yang enggan mengenakan kebaya karena terkesan kuno, dan berusaha mengubah pandangan tersebut melalui rancangannya. Karakter desain Marga Alam bisa terlihat dari penggunaan teknik, cutting, hingga pembuatan ornamen yang ia ciptakan. Tetap simple namun menghadirkan karakter yang kuat. Tema ‘ Eternity” diangkat Marga Alam dalam JF3 2018, terinspirasi dari unsur klasik yang memancarkan keabadian.