Tradisi dan Futurisme Bertemu di Panggung JF3 Fashion Festival 2025: LAKON Indonesia featuring Victor Clavelly x Héloïse Bouchot
Pertunjukan spesial dari LAKON Indonesia di JF3 Fashion Festival 2025 menghadirkan pengalaman mode yang unik dan multidimensional. Tahun ini, LAKON mempersembahkan koleksi terbarunya bertajuk “URUB”, yang dipadukan secara eksperimental dengan karya kolaboratif Victor Clavelly dan Héloïse Bouchot dari Paris dalam koleksi “Les Fragments”.
Koleksi URUB dari LAKON Indonesia adalah bentuk penghormatan terhadap proses daur ulang dan kelahiran kembali. Dengan merespon perjalanan panjang 5 tahun terakhir, LAKON menyusun ulang arsip-arsipnya untuk menciptakan koleksi yang lebih bebas, tak terbatas, dan jujur. Terinspirasi dari filosofi api—simbol pembersihan dan transformasi—URUB menandai fase baru LAKON yang tak lagi terikat pada siklus konvensional produksi fashion, namun tetap menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan dan nilai kultural Indonesia.
Dalam harmoni kontras yang menarik, tampil pula koleksi Les Fragments dari desainer asal Paris, Victor Clavelly, bersama image director Héloïse Bouchot. Koleksi ini menyuguhkan narasi spekulatif tentang dunia pasca-apokaliptik, di mana makhluk hibrida bernama "Fragments" mencoba merangkai ulang identitas mereka melalui busana. Terinspirasi dari armor, eksoskeleton, dan relik suci, koleksi ini dibangun menggunakan teknik 3D printing yang inovatif, menciptakan siluet yang dramatis, modular, dan imajinatif.
Victor Clavelly—yang telah dipercaya merancang kostum untuk Beyoncé dan kolaborasi dengan Nike—menghadirkan pendekatan fashion yang melintasi batas realita dan fiksi. Kehadiran Héloïse Bouchot, mantan tim artisanal Maison Margiela, memperkaya dimensi visual dan performatif dari koleksi ini, mengubah runway menjadi ruang teatrikal yang penuh lapisan emosi dan simbolisme.
Perpaduan antara URUB dan Les Fragments menghadirkan dua dunia berbeda yang saling melengkapi: satu berakar pada kearifan lokal dan nilai regenerasi, satu lagi menjelajah masa depan imajiner dengan pendekatan digital dan eksperimental. Di panggung JF3 2025, keduanya bersatu dalam dialog kreatif yang menggugah, membuktikan bahwa mode adalah bahasa lintas budaya dan lintas waktu.